7 days KF · Fiksiku · writing challenge

7: Semeleh

PhotoGrid_1497811107168

Di masa berikutnya, dia kembali melihat cermin dan tak ia jumpai sosoknya di sana. Dia tak lagi mengerjap, tapi tersenyum saja. Dia hilang dalam keberadaannya dan dia tidak merasa ada yang hilang.[]

Catatan:

1. Mungkin kau perlu membaca dulu tulisan saya yang ini. Tapi kalau tidak ingin, ya tidak apa-apa.

2. Tulisan ini dibuat untuk diikutkan tantangan menulis 7 hari yang diprakarsai oleh @KampusFiksi dan @Basabasi_store.

3. Ya, tulisan ini memang seharusnya dipublikasikan pada tanggal 17 Juni 2017, tapi ternyata perlu waktu lebih lama bagi saya untuk menginterpretasikan tantangan ketujuh.

4. “Semeleh” adalah suatu kata dari bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai “sikap yang menerima segala sesuatu sebagaimana apa adanya” (arti ini dijabarkan secara tepat, dalam mewakili apa yang saya maksudkan tapi tak kunjung saya temukan kata-kata yang tepat, oleh Agung Praptapa di sini.)

5. Kata “semeleh” ini saya dapatkan dari Mbak Ina dalam obrolan panjang kami sambil makan batagor di sunday morning di kawasan UNY-UGM tadi pagi. Jelas, ini bukan kata sembarangan dan tak pula diucapkan secara sembarangan oleh blio.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s