7 days KF · Fiksiku · writing challenge

4: apakah hal memalukan itu memalukan kalau aku tidak malu?

PhotoGrid_1497510648777

Ini sudah bulan Juni dan hujan turun deras sekali. Kemarin juga. Hujan Bulan Juni-nya Sapardi jadi tak relevan lagi, ya, K?

“Justru relevan, dong? Hujan bulan Juni-nya beneran turun sekarang.”

“Nggak, dong. Hujan bulan Juni kan digambarkan sebagai ‘hujan yang bersembunyi’. Tapi realitanya, beberapa hari ini hujan bulan Juni tak repot-repot bersembunyi.”

“Ah, iya, benar juga…”

Hari ini hujan dan dengan senang hati aku terjebak di dalam guamu. Kita terdiam, merebahkan pendengaran pada pangkuan irama hujan yang berlompatan di atap seng. Lalu tiba-tiba kau bertanya,

“Pernah melakukan hal yang memalukan, nggak? Ceritain dong, yang paling memalukan.”

Aku mengernyit. Kau memang suka tiba-tiba bertanya hal apa saja. Katamu waktu itu, daripada kita saling diam? Mengapa kau seperti ketakutan kalau kita diam-diaman? Diam ini memang menyesakkan, kau pasti merasakan juga, kan? Seperti banyak yang seharusnya dikatakan tapi kita terlalu takut untuk mengungkapkan. Dalam hal ini, kau paling pandai mengalihkan kediaman.

Baiklah, kuikuti irama yang kaumainkan. Aku berpikir keras. Sungguh ada, mungkin banyak, hal yang telah kulakukan, yang kalau kupikir-pikir lagi sekarang, itu memalukan. Tapi yang paling memalukan, apa ya?

“Dulu, waktu ospek fakultas teknik, tiap peserta wajib pakai name tag besar sekali. Ada kolom ‘status’ di situ. Kayak status Facebook gitu, maksudnya. Harus diganti tiap hari. Suatu hari, aku iseng nulis status pake tulisan Korea. Sial, di hari itu aku telat masuk. Mereka–kakak-kakak pendisiplin itu–mencari-cari ide hukuman apa untukku. Salah satu dari mereka melihat statusku dan bertanya, ‘Kamu suka Korea-koreaan, ya? Sok-sokan banget nulisnya pake tulisan Korea. Suka boyband apa?’ Kujawab, ‘Super Junior’. Lalu tercetuslah ide untuk menghukumku seperti ini: aku disuruh berdiri di atas pondasi tugu teknik yang lumayan tinggi lalu menarikan salah satu koreo lagu Super Junior. Para kakak panitia itu, banyak sekali, memenuhi sekeliling tugu. Aku menarikan sepenggal koreo lagu ‘Sorry, Sorry’ sambil nyanyi sementara mereka bersorak-sorai heboh kayak lagi nonton konser.”

Tertawalah, K. Sudah, jangan ditahan begitu. Dan menyemburlah tawamu. Tuh, kan.

“Tapi kamu malu nggak waktu itu?”

Aku menggeleng. “Nggak sama sekali. Aku juga merasa aneh, kok bisa nggak malu. Kayaknya karena aku dikuasai adrenalin yang meruah, sih. Setelah itu, aku malah merasa bangga.”

“Bangga?”

“Iya. Yang lain biasanya dihukum push-up, sit-up, atau sebangsa itu lah. Mungkin cuma aku yang dihukum seraya diperlakukan bak artis pujaan. Mereka kayak lagi nonton konser beneran.”

“Yah, kamu nggak merasa malu, berarti itu bukan hal yang memalukan, dong,” katamu dengan cemberut.

Hmm, iya, ya? Aku mulai menelusuri lagi jaringan memoriku. Ada, sebenarnya, satu hal yang memalukan sekali. Tapi aku pun terlalu malu untuk menceritakannya.

“Ayolah,” rajukmu.

Aku menghela napas. “Aku pernah eek di celana dalam suatu perjalanan bersama rombongan gereja. Kubawa eek itu sampai berjam-jam lamanya. Aku masih SD waktu itu.”

“Kok bisa?”

“Aku kebelet eek dan terlalu pemalu untuk minta ke Pak Sopir bus mampir ke toilet umum. Jadilah, sepanjang perjalanan itu seisi bus kuhukum dengan bau tak sedap.”

“Bwahahahaha! Eek di celana! Itu sungguh aib!”

Tanganku melayang ke lenganmu.

“Eits, nggak kena,” ujarmu sambil berkelit.

Hhhhh, sial sekali! Tapi pasti nanti kau rindu kucubit-cubit lagi. Ah, atau tidak. Mungkin ada orang lain yang akan mencubit-cubitmu lagi.

**mungkin ini sambungan sebelumnya, mungkin juga tidak**

Catatan: tulisan ini dibuat untuk diikutkan tantangan menulis 7 hari yang diprakarsai oleh @KampusFiksi dan @Basabasi_store.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s